Diamond atau Arang Hitam?

Januari 10-2011
Bisakah orang memilih antara karakter dan kompetensi? Secara matematis tampak sederhana saja, pilih a atau b. Bahkan dari sudut perhitungan ekonomi, ada hukum ‘usaha sedikit dengan hasil dan keuntungan setinggi mungkin’. Andaikata bisa pilih satu, mengapa harus pilih dua kan… Mungkinkah pola seperti ini diterapkan dalam entitas manusia?

Nah. Jelas ada perbedaan signifikan antara perhitungan matematis ekonomis dengan kompleksitas seorang manusia.

Bagi sebagian besar orang yang hidup dalam lembaga perkawinan, Rifal dan Nisa sedang berada dalam kebahagiaan dalam arti sesungguhnya. Dua anak mereka Dinda dan Novel sama-sama meraih penghargaan dalam bidang masing-masing. Dinda lulus sarjana matematika dari sebuah perguruan tinggi terkemuka dengan IPK 3,98. Wow… sebentuk prestasi akademis yang sangat membanggakan bagi orang tua yang telah berjuang sekian lama dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi anak yang dibanggakan. Novel adalah sosok pemuda ganteng yang punya naluri bisnis seperti sang Ayah. Usaha garment yang dirintis dalam tiga tahun belakangan, mulai menampakkan pertumbuhan meyakinkan. Join dengan kawan sepermainan bisa berhasil karena tangan dingin Novel dalam mendisain dan memasarkan produk via jejaring maya yang kian diminati para muda ini. Novel, selepas SMTA langsung terjun ke dunia busana dengan bekal modal besar dari orang tuanya. Banyak kendala dihadapi Novel ketika harus bertekun dalam pendidikan formal. Semangat bisnis Rifal, sang Ayah, rupanya diwariskan kepada sang putera ini.

Tampak luar yang penuh bintang gemerlap ini, ternyata mengandung warna lain yang sulit untuk dipercaya! Belum genap satu bulan sejak dua peristiwa fenomenal di keluarga Rifal, ada berita yang mengejutkan. Nisa wanita yang tampak santun dan memancarkan aura keibuan ini, menghilang dari rumah. Rifal menemukan beberapa bukti bahwa isterinya itu kini berada di Malaysia. Kabarnya dia pergi bersama Alfed teman sebangku kuliah yang merupakan ‘jantung hati’ di masa sekolah dulu… Berbagai upaya sudah dilakukan Rifal untuk mengajak isterinya kembali. Hasilnya masih nihil. Dalam kegalauan itu, muncul sosok Natasha. Pengusaha ritel ini, sering berada dalam satu acara dengan Rifal. Diawali telepon, sms, dan ketemuan, terjadilah Rifal dan Natasha sering berduaan di event product launching, di beberapa perusahaan join yang telah mereka dirikan itu. Mustahilkah hal seperti ini terjadi? Apakah mungkin...

Selama manusia bernyawa, semua itu mungkin!

Apa yang sebenarnya dicari Rifal dan Nisa? Di mana rupanya letak kebahagiaan keluarga yang memiliki dua anak yang berhasil dari sisi ekonomi dan prestasi akademis ini. Adakah jaminan bahwa ke dua anak ini dapat memperbaiki kualitas orang tua mereka yang di luar tampak harmonis. Ternyata di dalam ada ‘magma panas’ seperti layaknya gunung Merapi yang baru saja statusnya turun dari ‘awas’…

Di sini character dan competency (charcom) menghadapi ujian!

Membangun karakter itu lazim diawali dari proses tumbuhkembang seorang anak. Selanjutnya setiap manusia berkewajiban untuk terus merawat dan mengembangkan. Kompetensi jauh lebih mudah ditingkatkan, karena ukuran keberhasilan yang dipakai, jelas. Pertumbuhan karakter bisa dianalogikan dengan proses terbentuknya diamond. Jika gagal dalam constrain waktu, tekanan, suhu panas tinggi, dan konsistensi, yang terbentuk adalah arang hitam saja, yang paling mulia dipergunakan untuk membakar sate atau dibakar dalam perapian seorang saudagar kaya raya… Lalu, mana yang akan dipilih diamond atau arang… Setiap keputusan memilih yang mana, ada di tangan Anda! (ice_2010)