BERTUMBUH

July 15-2011
Setiap entitas butuh bertumbuh. Proses ini biasa disebut ‘empowerment’. Di sini orang mengalami bahwa dirinya diberi kekuatan untuk bertumbuh dan merasakan proses perubahan internal. Dia merasa lebih percaya diri dan semakin asertif. Sejatinya senantiasa ada kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi diri sendiri secara optimal.

Adalah peran setiap pemimpin untuk mengembangkan staf yang ada di unit kerjanya. Fakta yang terjadi di lapangan adalah setiap individu ingin dan mau dikembangkan. Staf berpikir: pasti atasan sudah mendapatkan kesempatan terlebih dahulu daripada dirinya. Di sisi lain bisa jadi ternyata atasan merasa sama sekali belum dikembangkan. Target dan tuntutan pekerjaan selalu bertambah tinggi, namun muncul perasaan ‘jablay’ akibat merasa terabaikan.

Jika masih banyak orang menganggap bahwa tugas empowerment itu terletak pada para pemimpin saja, sulitlah proses kepemimpinan berjalan lancar. Seberapa kuat seorang pemimpin dapat menahan semua tanggungjawab yang diletakkan di bahunya? Justru seorang pemimpin yang piawai, sadar betul betapa penting dan mendesak setiap pemimpin terampil melakukan proses empowerment ini. Dengan empowerment, dia memutus rantai ‘balas dendam’ baik kepada atasan maupun bawahan yakni bahwa setiap orang itu perlu berkembang. Orang ini siap untuk melakukan pengembangan diri terlebih dahulu. Bahkan dia berpendapat bahwa empowerment terhadap staf itu adalah plus point bagi pengembangan diri sendiri. Baginya ketika dia memberitahu staf mengenai suatu pengertian atau pengetahuan, itu adalah proses empowerment yang juga terjadi dalam dirinya. Dengan memberi jawaban yang benar kepada staf, itu sesungguhnya pemenuhan apa yang dia tanyakan dan rasakan di dalam dirinya. Ini terjadi karena ‘otonomi – korelasi’ adalah hakekat setiap manusia. Atasan adalah semakin atasan justru ketika dia memiliki komunikasi intens dengan staf. Begitu pula sebaliknya.

Ada banyak kesempatan sejatinya, agar setiap individu dapat memberikan kontribusi dalam kegiatan empowerment ini. Atasan memang memiliki kemampuan ‘helicopter view’ dibandingkan rata-rata staf. Dia bisa melihat berbagai persoalan dan sekaligus kesempatan. Kemampuan istimewa ini hendaklah dibagikan kepada para staf dalam semangat bertumbuh bersama. Meminjam istilah Paul Hersey dan Ken Blanchard, ‘setiap individu itu memiliki kematangan sesuai jenjang dan kemampuannya’. Jika proses ini berlangsung baik staf maupun pemimpin sama-sama mendapatkan keuntungan. Mereka bertumbuh bersama. Oleh karena itu, proses empowerment dikatakan berhasil ketika setiap individu yang ada di suatu komunitas dapat memainkan peran dengan benar. Semua orang diuntungkan dan berkembang bersama menuju setiap cita-cita baik personal, interpersonal, maupun organisasional.

Nah, saat inilah setiap individu baik staf maupun pemimpin mengambil peran di area masing-masing untuk melakukan proses empowerment. Sekaranglah saat yang tepat itu. Jika demikian, setiap individu dalam suatu komunitas atau organisasi dapat mengambil peran untuk bertumbuh.(ice_2011)